Selamat datang di situs resmi Pengadilan Negeri Biak   Klik untuk mendengarkan teks yang sudah di blok Selamat datang di situs resmi Pengadilan Negeri Biak Pendukung Untuk Pengguna Difabel

DATA DOKUMENTASI WILAYAH HUKUM

PENGADILAN NEGERI BIAK

I.Nama Pengadilan: Pengadilan Negeri Biak Kelas II

Alamat                                           : Jl. Majapahit No. 1 98117

Telp                                                : (0981) 21847, Fax (0981) 21958

Website                                         : www.pn-biak.go.id

Email                                             : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

II.Dasar Pembentukan Pengadilan

A.Gedung lama

Pada tahun 1965 Kabupaten Teluk Cenderawasih dinyatakan terpisah dari wilayah hukum Manokwari sesuai dengan Bisluit Menteri Kehakiman Republik Indonesia bersamaan dengan ditempatkannya Bapak Soedarko, SH., sebagai Ketua Pengadilan Negeri Biak yang pertama dengan gedung kantor terletak di jalan Ahmad Yani Biak ( Ex Bank   Exim / Bank Mandiri sekarang). Dua tahun kemudian Kantor Pengadilan Negeri Biak kembali dibangun di Jalan Ahmad Yani No. 27 sesuai dengan surat ukur dari kadaster tanggal 13 Maret 1969 Nomor 7 Tahun 1969 dengan surat Izin Bangunan dari Kepala Pemerintah Biak tanggal 19 Juli 1969 Nomor 3/Bank/KPS/1969 yang pembentukan diresmikan pada tanggal 27 Agustus 1969 oleh Ketua Pengadilan Negeri Tinggi Sukarnapura Gedung Kantor tersebut sekarang dijadikan sebagai rumah tempat tinggal karyawan–karyawati Pengadilan Negeri Biak.

B.Gedung Baru

Perkembangan selanjutnya sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia tanggal, 10 Maret 1981 Nomor 16/KPTS/1981 tentang Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Negeri Biak, yang tempatnya di Jalan Majapahit (lokasi sekarang ini) yang peresmiannya dilakukan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia (Bapak ALI SAID, SH.).

III.Sejarah Pengadilan

            Sebelum Irian Jaya ( dahulu Irian Barat ) diserahkan oleh Pemerintah Belanda kepada Indonesia, maka Kabupaten Teluk Cenderawasih yang beribukota Biak masih merupakan wilayah hukum Pengadilan Manokwari. Pada tahun 1965 mulai diadakan persiapan-persiapan pembentukan Pengadilan Negeri Biak Kabupaten Teluk Cenderawasih yang saat itu masih dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Manokwari. Pada tahun 1965 Kabupaten Teluk Cenderawasih dinyatakan terpisah dari wilayah hukum Manokwari sesuai dengan Bisluit Menteri Kehakiman Republik Indonesia bersamaan dengan ditempatkannya Bapak Soedarko, SH., sebagai Ketua Pengadilan Negeri Biak yang pertama dengan gedung kantor terletak di jalan Ahmad Yani Biak ( Ex Bank   Exim / Bank Mandiri sekarang).

Dua tahun kemudian Kantor Pengadilan Negeri Biak kembali dibangun di Jalan Ahmad Yani No. 27 sesuai dengan surat ukur dari kadaster tanggal 13 Maret 1969 Nomor 7 Tahun 1969 dengan surat Izin Bangunan dari Kepala Pemerintah Biak tanggal 19 Juli 1969 Nomor 3/Bank/KPS/1969 yang pembentukan diresmikan pada tanggal 27 Agustus 1969 oleh Ketua Pengadilan Negeri Tinggi Sukarnapura Gedung Kantor tersebut sekarang dijadikan sebagai rumah tempat tinggal karyawan–karyawati Pengadilan Negeri Biak.

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor JZ P. 3/77/16/K tanggal 19 Juli 1975 maka Pengadilan Negeri Biak mempunnyai Wilayah Hukum terdiri dari 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupatan Teluk Cenderawasih dan Kabupaten Yapen Waropen serta satu Kecamatan yaitu Kecamatan Tembagapura. Perkembangan selanjutnya sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia tanggal, 10 Maret 1981 Nomor 16/KPTS/1981 tentang Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Negeri Biak, yang tempatnya di Jalan Majapahit (lokasi sekarang ini) yang peresmiannya dilakukan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia (Bapak ALI SAID, SH.). Pada tahun 1979 dilakukan pemisahan wilayah hukum Pengadilan Negeri Biak dengan Pengadilan Yapen Waropen, dan pada tahun 1982 juga dilakukan pemisahan wilayah hukum Tembagapura.

Perkembangan kepemimpinan Kantor Pengadilan Negeri Biak sejak yang pertama tahun 1967 sampai sekarang dapat dirincikan sebagai berikut :

  1. Soedarko, SH.
  2. Haryono, SH.
  3. Saroso Bagiyo, SH.
  4. Ny. Haryati Wiguno, SH.
  5. I Wayan Narba, SH.
  6. Soedijanto, SH.
  7. M.K. Sianipar , SH.
  8. Raharjo Mulyono, SH.
  9. Djanatul Firdaus, SH.
  10. Hanung Iskandar, SH.
  11. Marchellus Muhartono, SH. ( 2008 )
  12. Willem Rompies, SH. ( 2009 )
  13. Lebanus Sinurat, SH.,MH. ( 2010 )
  14. M. Djaelani, SH. ( 2013 )
  15. Demon Sembiring,SH., MH., (2015)
  16. Indrawan, SH., MH., (2016).
  17. Willem Marco Erari, SH., MH. (2017)
  18. Helmin Somalay. (2019)

IV.Gedung Pengadilan

Foto GedungLama Pengadilan

 

Foto Gedung Baru Pengadilan

 

Keterangan Gedung Pengadilan saat ini

Luas Tanah    : 4.105 M2

Luas Gedung : 1.130 M2

V.Daerah Wilayah Hukum

Kabupaten Biak Numfor

No.

Distrik

Ibu kota

 

No.

Distrik

Ibu kota

1

Biak Barat

Yomdori

 

11

Yawosi

Wasori

2

Biak Kota

Biak Kota

 

12

Swandiwe

Wombrisaw

3

Biak Timur

Bosnik

 

13

Bondifuar

Sansundi

4

Biak Utara

Korem

 

14

Andey

Rodifu

5

Kepulauan Padaidio

Pai

 

15

Bruyadori

Duai

6

Numfor Barat

Kameri

 

16

Poiru

Andei

7

Numfor Timur

Yenburwo

 

17

Aimando

Pasi

8

Samofa

Darfuar

 

18

Orkeri

Pakreki

9

Warsa

Ammoy

 

19

Oridek

Saba

10

Yendidori

Yendidori

       

Kabupaten Supiori

Supiori merupakan pemekaran dari Kabupaten Biak Numfor dan terdiri dari 5 distrik/kecamatan, yaitu:

  1. Distrik Supiori Utara dengan ibu kota Yenggarbun.
  2. Distrik Supiori Timur dengan ibu kota Sorendiweri.
  3. Distrik Supiori Barat dengan ibu kota Sabarmiokre.
  4. Distrik Supiori Selatan dengan ibu kota Korido.
  5. Distrik Kepulauan Aruri dengan ibu kota Sowek.

VI.Tempat Sidang Diluar Gedung (ZITTING PLAATSEN)

Zitting Plaatsen, Pengadilan Negeri Biak terletak di Kelurahan Yemburwo, Distrik Numfor Timur, Kabupaten Biak Numfor (Pulau Numfor).

VII.Data Penduduk Wilayah Hukum Pengadilan

Kabupaten Biak Numfor

  1. Jumlah Penduduk:  155.584 jiwa
    1. Agama:Kristen ProtestanIslamKatolikBudha
    2. Bahasa:Bahasa sehari-hari Bahasa Indonesia, bahasa daerah Bahasa Biak
    3. Pendidikan: SD dan SMP sebanyak 6.55 %, SMA/SMK sebanyak 70.29%, dan Sarjana sebanyak 17.12 %

Kabupaten Supiori

  1. Jumlah Penduduk: 19.104 jiwa
    1. Agama:Kristen Protestan 97,45%, Islam 1,36%, Katolik 1,14%, Hindu 0,05%
    2. Bahasa: Bahasa sehari-hari Bahasa Indonesia, bahasa daerah Bahasa Biak
    3. Pendidikan: -

VIII.Perekonomian

Penduduk di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori mayoritas bekerja sebagai Nelayan, kemudian sisanya terbagi antara Petani/Pekebun dan Pegawai Negeri

IX.Transportasi dan Pariwisata

A.Kabupaten Biak Numfor

Transportasi utama Kabupaten Biak Numfor adalah Bandar Udara. Bandar Udara Frans Kaisiepo merupakan bandar udara Internasional pertama di wilayah Papua dengan panjang landasan pacu hampir 3,6 km. Dimasa tahun 1990 an pernah melayani rute penerbangan Internasional ke Los Angeles USA melalui Honolulu. Untuk transportasi darat panjang jalan di Kabupaten Biak Numfor mencapai 703,74 Km yang terdiri dari Jalan Nasional (65,66 Km), Jalan Provinsi (193,51 Km), dan Jalan Kabupaten (444,56 Km). Dari total panjang jalan tersebut, 96,9 persen Jalan Provinsi sudah diaspal, dan 92,13 persen Jalan Kabupaten sudah diaspal.

B.Kabupaten Supiori

Kabupaten Supiori adalah salah satu kabupaten di provinsiPapuaIndonesia. Pusat pemerintahan kabupaten ini terletak di Sorendiweri. Kabupaten Supiori ada di Pulau Supiori yang dipisahkan dengan Pulau Biak oleh Selat Sorendiweri. Kedua pulau ini terhubung oleh jembatan sepanjang 100 meter yang berada di atas Selat Sorendiweri. Dari Biak, Kabupaten Supiori dapat ditempuh lewat jalan darat melalui 3 jalur, yaitu:

  1. Satu jalur lewat Biak Utara berjarak 90 kilometer dengan waktu tempuh 2-3 jam.
  2. Dua jalur lewat Biak Barat:

ü Lewat Samber berjarak 80 km ditempuh dengan waktu 2-2,5 jam.

ü Lewat Moibaken dan Syabes berjarak 78 kilometer dengan waktu tempuh 2-2,5 jam perjalanan.

X.Hukum Adat

Masyarakat Biak, termasuk ke dalam suku Biak dan hukum adatnya adalah Hukum adat Biak.

Klik untuk mendengarkan teks yang sudah di blok Pendukung Untuk Pengguna Difabel